
D isaat masalah merundung diri.Ingin rasanya semua orang disekitar mendengar keluhan dan mendukung apa yang kita harapkan.Rasa pesimis pun hinggap menggelayuti.Tapi terkadang tak ada yang mengerti apa yang kita harapkan.Walaupun mau mendengar apa yang kita keluhankan hanyalah mendengar dengan tidak sepenuh hati.Terkadang sahabat kita sekalipun.Mungkin rasa jenuh ataupun mungkin muak .Memang sangat diperlukan kebijakan dalam menghadapi keluhan orang lain.Pengeluh membutuhkan pengertian bukan nasehat ataupun wejangan.Pengeluh butuh didengarkan bukan mendengarkan nasehat dari kekesalan yang menjadi tempat mengeluh.Kembali kepada diri sendiri.Apa yang dinginkan bila kita mengeluh dari masalah kita ?mungkin menginginkan hal yang sama,yaitu dimengerti.
Tapi memang terkadang sulit mengerti apa yang pengeluh rasakan.Apalagi dengan masalah yang tiada henti dan monoton.Membuat pendengar jenuh dengan keluhan.Tapi disini pengeluh butuh tempat berbagi.Mungkin dikarenakan tidak ada tempat yang tepat untuk berbagi.Maka dengan teman ataupun sahabatlah pengeluh mengeluhkan keluhannya.Jadilah kita pendengar yang baik dari sang pengeluh ,senantiasa keluhan kitapun pasti akan dimengerti oleh orang lain.Bijaklah memahami pengeluh .Anggaplah pengeluh adalah diri kita sendiri yang sedang menghadapi masalah.Siapapun itu,sahabat,kakak,adik dll.Manusiawi memang bila kita mengeluhkan keluhan yang menggelayuti.Tapi memang lebih baik janganlah mengeluh dalam segala hal.Tapi sulit untuk berbuat bijak kepada diri sendiri untuk tidak mengeluh.Untuk menghibur diri sendiripun terkadang sulit.Walau kita tahu yang mengerti akan semua masalah yang menimpa kita adalah diri kita sendiri.Disinilah kita saling membutuhkan satu sama lain.Saling mensupport,memberi dan menerima.
****















