
S aya terheran-heran bila ada orang yang mengatakan "jangan terlalu baik jadi orang, nanti dibodohin ".Padahal dalam kebaikkan apapun itu pasti akan membuahkan keindahan.Dalam kesabaran seseorang aura kebaikkan dari sifat nya akan menjadi atribut yang melekat. Kesabaran dan kebaikkan seseorang itu terkadang disalah artikan dikarenakan dia "bodoh" ataupun "tidak tegas".Padahal justru orang tersebut dikarenakan mengalah dan dikarenakan dengan kelembutan hati yang selalu ingin damai.
Alkisah...Ada dua orang wanita dengan sifat dan watak yang sangat jauh berbeda ibarat bagaikan bumi dan langit,sebut saja Wati dan Rani.Mereka berdua bersahabat.Wati yang keras dan sombong selalu ingin menang sendiri dalam segala hal ,katakanlah Wati ini egois (Ananiyah ).Sedangkan Rani sabar dan lembut,selalu mengalah dan diam tak banyak bicara.Pada suatu hari ,Karena kesombongan Wati didepan teman-temannya dia menyombongkan Hari sebagai kekasihnya .Padahal Hari itu adalah kekasih Rani,Rani yang mendengar ocehan Wati hanya terdiam .Walau hatinya terbakar ,tapi karena kesabarannya dia membiarkan Wati berkicau.Tidak lama Hari yang sedang jadi pembicaraan pun datang menemui Rani dengan mesra ,Alhasil teman-teman Wati terkaget dengan pemandangan itu ,karena sudah terpengaruh ocehan Wati mereka emosi melihat pemandangan yang mengganggu itu ,ditegurlah Rani dan Hari .Hanya tersenyum Rani dan Hari membalas teguran mereka dan menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya ,Wati yang sedari tadi diam karena merasa malu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.
Dengan kesabaran Rani menghadapi Wati bukan berarti dia tidak tegas dan karena dia bodoh ,melainkan mengalah karena sia-sia menghadapi orang semacam Wati.Tak ada guna ,hanya umpatan orang bila menghadapinya dengan emosi. akhirnya pujian dan sanjungan dari teman-temannya wati pun menghampirinya.Dan Wati hanya menjadi olok-olok dari hasil kesombongannya itu.
Kesabaran dan kecerdasan emosional berkaitan erat.Bila seseorang pintar secara intelektual tapi tidak diimbangi dengan kecerdasan dalam emosional,maka kharismatik kecerdasan intelektual akan hilang.Dan sebaliknya bila seseorang itu tak memiliki kecerdasan dalam intelektual tapi secara emosi seseorang cerdas ,contoh dapat menahan diri dari amarah sebesar apapun dalam artian Sabar ,maka aura indah terpancar dalam diri seseorang itu.
Hanya setitik contoh saja dari sebuah hasil kebaikkan dan kesabaran seseorang ,jadi.. lebih baik dikatakan bodoh atau dikatakan tidak tegas, dari pada pintar tapi mempunyai sifat yang buruk .Karena pintar dalam sifat keburukkan seseorang akan membawa kepada malapetaka.dan karena kelicikkannya dalam membodohi orang lain .Sabar itu termasuk sifat Mahmudah (sifat yang baik ),dan sombong ,iri dan dengki termasuk sifat mazmumah (sifat yang buruk ).
Apakah kita sudah sabar dalam menghadapi hidup dari hal-hal yang membuat kita emosi ?... sedangkan hasil dari Sabar itu indah lho...
*************

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.Al-Quran > Al-Baqoroh > Ayat 153
**************









